Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

5 BUKTI BOCAH AJAIB YANG MENGUBAH DUNIA

Masih ada orang yang berpikir bahwa untuk berkontribusi pada dunia, mereka harus menunggu banyak berpengalaman atau sukses.Padahal untuk menjadi pengubah dunia, orang-orang hanya perlu untuk memulai melakukannya.Alih-alih menunggu untuk menjadi tua untuk memulai sesuatu, ada anak-anak di usia mereka yang masih belia justru telah banyak berkontribusi untuk menjadikan dunia lebih baik.


Dilansir dari thisisinsider.com, beberapa anak menggunakan seni, sains, teknologi dan semuanya memiliki hati dan ide yang lebih besar untuk menjalankan misi mulia mereka.


1. Mikaila Ulmer (11 tahun)



Mikaila Ulmer memulai sebuah perusahaan minuman lemon yang membantu menyelamatkan lebah.

Saat usianya baru empat tahun, Ulmer memiliki ide untuk kompetisi bisnis anak-anak.Dia kemudian terpesona dengan lebah yang penting bagi ekosistem setelah tersengat lebah dua kali.Dia tahu bahwa jumlah lebah mulai menurun pada tingkat yang mengkhawatirkan, sehingga muncul ide untuk membentuk Me & The Bees Lemonade yang menjual minuman lemon dengan pemanis madu lokal dari Texas.Dia juga menyumbangkan sebagian dari keuntungannya untuk melindungi populasi lebah madu.

Tahun 2015, Ulmer membuat bisnis reality show Shark Thank dan meraup investasi sebesar $ 60.000 (Rp825 juta) dan kini minumannya dijual di 14 negara bagian.



2. Hasan Zafar (15) dan Shireen (13)



Dua bersaudara tersebut mendirikan The Street Schol sehingga anak tunawisma di Karachi, Pakistan bisa mendapatkan pendidikan, juga memberikan anak-anak tersebut uang, makanan dan pakaian.Saat ini, mereka telah meningkatkan pendaftaran dari 25 menjadi 80 siswa dan mereka mempekerjakan enam guru yang dibayar.



3. Robby Novak (12 tahun)



Robby adalah YouTuber yang membuat jutaan orang tertawa meskipun dia menderita penyakit langka, yaitu osteogenesis imperfecta yang menyebabkan tulangnya rapuh.Namun, dia tidak menyerah untuk menghibur orang lain dan mendorong penonton agar lebih toleran, penyayang, percaya diri dan murah hati.


4. Xiuhtezcatl Martinez (16 tahun)



Dia adalah seniman hip hop dan aktivis PBB yang menangani pelestarian lingkungan.Martinez menggunakan ketrampilan musik dan organisasi untuk membuat orang muda terlibat dalam perang melawan perubahan iklim.

Dia merupakan tokoh kunci dalam gerakan lokal untuk melarang pestisida di taman kota, menerapkan plastik berbayar dan mengurangi polusi dari pembangkit listrik tenaga batu bara.



5. Katie Stagliano (17 tahun)



Katie memulai sebuah program yang membawa hasil tanaman segar bagi yang kelaparan.Saat ini, bersama organisasinya, Katie's Krops, dia mengoperasikan 100 kebun untuk memberi makan anak-anak yang kelaparan di 32 negara bagian yang berbeda.


Sumber:

Aryani,tatik."Tak perlu menunggu tua untuk mengubah dunia,5 bocah ajaib ini membuktikannya."http://intisari.grid.id/Unique/Others/Tak-Perlu-Menunggu-Tua-Untuk-Mengubah-Dunia-5-Bocah-Ajaib-Ini-Membuktikannya?page=all (Diakses 20 maret 2018)


Anda ingin memiliki perubahan hidup 



Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

Senin, 01 Januari 2018

HANYA DENGAN 1 TANGAN MAMPU BORONG 5 EMAS DAN PECAHKAN 3 REKOR ASEAN

"Ini mahakarya Tuhan. Saya mungkin tak berada di sini jika kondisi fisik saya utuh."
Kalimat tersebut keluar dari seorang atlet renang yang berhasil mengibarkan bendera merah putih sebanyak lima kali di Malaysia.

Prestasi yang tak lepas dari keberhasilannya memborong lima medali emas dengan ‘hanya’ bermodalkan satu tangan.Ya, satu tangan.

Guntur, atlet renang tersebut memang hanya memiliki satu tangan, hanya tangan kanan.Namun urusan prestasi, bisa jadi atlet-atlet lain yang masih memiliki kedua tangan tidak dapat menyamainya.


Lihat saja, di ajang ASEAN Para Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia, Guntur berhasil menyabet lima medali emas di lima nomor yang dia ikuti.Mulai dari 100 meter gaya dada SB8, 50 meter gaya dada SB8, 50m gaya bebas Sb, serta estafet 4x100 meter gaya bebas putra dan 4x100 meter estafet gaya ganti bersama Jendi Panggabean, Musa Mandan Karuba, dan Suriansyah.

Anda sudah sangat kagum dengan prestasinya? Tahan dulu.


Masih ada prestasi ‘tambahan’ yang tak kalah mentereng: Guntur berhasil memecahkan rekor ASEAN Para Games sebanyak 3 kali!Rekor-rekor tersebut dia pecahkan di nomor 100 meter gaya dada SB8 (dengan catatan waktu 01:20.53 detik), 50 meter gaya dada SB8 (36,78 detik) serta nomor estafet 4x100 meter gaya bebas putra (26,05 detik) bersama ketiga rekannya.

National Aquatic Centre, Bukit Jalil Sports City, tempat diselenggarakannya pertandingan-pertandingan tersebut, seolah disiapkan untuk menyebut nama Guntur secara berulang-ulang.
undefined
Guntur si mantan nelayan yang jadi atlet nasional
Mantan Nelayan

Masih ada satu fakta lagi yang mungkin akan membuat Anda semakin kesengsem dengan Guntur: dia adalah mantan seorang nelayan.

Guntur memang terlahir dari keluarga nelayan pasangan Haji Santer dan Hajah Suwarni.
Laut beserta ombak dan badainya seolah sudah menjadi sahabat karibnya.Namun, di laut pula nasibnya sempat terpuruk. Setidaknya itulah anggapannya saat itu.Pada 2000, saat usianya baru 17 tahun, pria yang terlahir ‘normal’ dengan dua tangan tersebut mengalami kecelakaan saat melaut di kawasan Kalimantan Timur.Tangan kirinya tergiling mesin kapal.Rasa shock dan trauma pun sempat menemani hidupnya dalam waktu cukup lama.Sulit bagi dirinya yang baru beranjak dewasa membayangkan untuk dapat hidup dengan satu tangan.


Baru saat dirinya menginjak usia 18 tahun, pria kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 12 Oktober 1983 ini mengambil langkah besar, yang kemudian mengubah hidupnya nyaris 180 derajat: dia ingin menggeluti olahraga renang.

Menariknya, bukannya didera berbagai kesulitan karena harus berenang dengan hanya mengandalkan satu tangan, Guntur justru menemukan dirinya mampu berenang lebih cepat dibanding saat dirinya masih memiliki dua tangan.

"Saya awalnya juga tidak percaya, kok dengan tangan satu malah saya lebih cepat berenang," ujarnya kepada kompas.com.


Pekan Paralimpik Nasional pada 2008 silam kemudian menjadi tiket dirinya untuk berkeliling Asia, dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.Segudang prestasi kemudian rutin ‘mampir’ pada dirinya.Meski demikian, Guntur mengakui bahwa terkadang dia masih merasa minder dengan tampilan fisiknya pasca-kecelakaan.Namun, Guntur tetap yakin bahwa saat berada di kolam renang, dirinya sama saja dengan orang lain, termasuk mereka yang bertubuh ‘normal’.Motivasinya benar-benar luar biasa.

Apalagi dia memiliki keyakinan “kekurangan juga bisa berprestasi, kekurangan bisa menembus keberhasilan.”



Sumber:

Asyhad,moh.habib."Luar biasa bermodal 1 tangan,mantan nelayan ini borong 5 emas dan pecahkan 3 rekor ASEAN."http://intisari.grid.id/Inspiration/Figure/Luar-Biasa-Bermodal-Satu-Tangan-Mantan-Nelayan-Ini-Borong-5-Emas-Dan-Pecahkan-3-Rekor-Asean?page=all (Diakses 2 januari 2018)





Anda ingin memiliki perubahan hidup 



Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

Kamis, 12 Oktober 2017

KISAH CEO STARBUCKS

Putus asa dan hampir menyerah pernah dialami oleh siapa saja, bahkan oleh seorang miliarder sekalipun. CEO Starbucks Howard Schultz juga mengaku pernah merasa putus asa dan hampir menyerah dalam hidupnya. Tapi kini sudah bangkit dan namanya dibicarakan di mana-mana.


Tak hanya soerang CEO, Schlultz juga dikenal sebagai seorang miliarder yang merintis usahanya dari bawah. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Schultz pernah begitu putus asa dan nyaris menyerah untuk membangun kopi impiannya.

Dalam sebuah seri wawancara orang tua-anak yang dirilis Huffington Postbertajuk “Talk To Me”, Schultz berbincang dengan sang putra, Jordan Schultz. Ia bercerita tentang momen di mana ia hampir saja menanggalkan impiannya untuk memiliki perusahaan kopi yang sukses.Setelah berjuang selama bertahun-tahun, Schultz hampir saja berhenti berusaha setelah terlibat pembicaraan dengan ayah mertuanya. Sang mertua mendorong Schultz untuk berhenti melakukan hobinya, yakni berkutat dengan kopi.


Untungnya, Schultz juga sempat berbincang dengan Sheri, sang istri yang kala itu tengah mengandung dan merupakan satu-satunya pencari nafkah di dalam keluarga muda itu. Schultz pun berubah pikiran. “Ia (Sheri) berkata, ‘Kita akan mengejar mimpi yang kau miliki ini. Kita akan melihatnya terwujud.’ Dan sampailah kita di masa seperti ini,” ujar Schultz kepada sang putra.


Schultz lalu berpesan kepada para orangtua tentang pentingnya para orang tua yang sudah sukses tidak terlibat terlalu jauh dan membiarkan anak-anak mengejar mimpi mereka sendiri. “Kami (orangtua) akan membantu kalian kalau dibutuhkan, tapi kalian harus mewujudkan mimpi kalian sendiri, apa yang kalian sukai, dan ke depannya pasti akan berbuah manis,” ungkap Schultz.

Di akhir wawancara, Schultz pun berpesan kepada sang putra untuk tidak menjadi seseorang yang hanya mengamati. Ia meminta sang putra untuk menjadi orang yang bertindak, memiliki rasa ingin tahu, dan tak takut menciptakan perbedaan.



Sumber : Kompas.com


Anda ingin memiliki perubahan hidup 



Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

JESSICA COX SANG PILOT TANPA TANGAN DAN LENGAN

Lahir tahun 1983 di Sierra Vista, Arizona, AS, Jessica Cox harus belajar hidup dengan kedua kakinya. Ia memang lahir tanpa tangan dan semua dokter tidak tahu apa penyebabnya.Timbul banyak pertanyaan apakah Jessica bisa hidup "normal"? 

Beruntung ia memiliki seorang ayah yang tak pernah meneteskan air mata melihat kondisi anaknya. Sang ayah berkata bahwa ia percaya dengan potensi anaknya.Oleh karena itu, dengan dukungan orangtua dan keluarganya, Jessica menjadi percaya diri sebagai orang dewasa dan menjelajah dunia dengan kedua kakinya.


Ketika kanak-kanak Jessica belajar menari di kota kelahirannya. Saat penampilan perdananya tiba, ia meminta untuk ditaruh di barisan belakang. Namun, guru tarinya menjawab bahwa tak ada barisan belakang. Mau tidak mau ia harus menari bersama murid lainnya dan melakukan tariannya secara normal. Ketika akhirnya ia selesai menari, tepuk tangan dari pengunjung menguatkan mentalnya. Ia pun menari sampai usia 14 tahun.

Orangtua Jessica bahkan kemudian memasukkan ia ke kelas taekwondo. Tentu setelah mempertimbangkan semuanya dengan masak-masak. Jim Cunningham, seorang instruktur taekwondo, malah mendukung keinginan itu. Bahkan dengan mantap ia meyakinkan Jessica bahwa ia bisa melakukan lebih dari keterbatasan fisiknya. Hanya pikirannya yang bisa mengalahkan dia. Tak heran jika di usia 14 Jessica sudah menyandang sabuk hitam dari Federasi Taekwondo Internasional.


Selepas SMA Jessica mendaftarkan ke Fakultas Psikologi Universitas Arizona. Saat berbicara soal gelar psikologinya itu ia berulang-ulang bilang bahwa mengambil jurusan psikologi membantunya untuk menjalani hidup tanpa memikirkan keterbatasan fisiknya. Pikiran-pikiran yang berdampak dalam menyingkirkan keterbatasan fisik.


Lalu, pencapaian Jessica yang paling terkenal adalah belajar terbang. Butuh tiga negara bagian, empat pesawat terbang, dua instruktur pesawat terbang, dan setahun penuh perjuangan untuk menemukan pesawat terbang yang tepat: pesawat terbang 415C Ercoupe. Ia kemudian menerima Guinness World Record sebagai orang pertama bersertifikat untuk menerbangkan pesawat dengan menggunakan kedua kakinya.

Sekarang Jessica bekerja sebagai pembicara soal motivasi. Ia melanglang buana untuk saling berbagi dan membesarkan hati orang untuk selalu kreatif dan inovatif. Mantranya: "Berpikirlah di luar sepatu!".Kini Jessica banyak diundang ke acara-acara sebagai seorang motivator.


Masih mengeluh soal keterbatasan fisik?



Sumber:

Surono,agus."Pilot jessica cox lahir tanpa tangan dan terbang telah memberinya lebih dari sayap."http://intisari.grid.id/inspiration/figure/pilot-jessica-cox-lahir-tanpa-tangan-dan-terbang-telah-memberinya-lebih-dari-sayap?page=all (Diakses 13 oktober 2017)

Anda ingin memiliki perubahan hidup 



Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

3 PEREMPUAN HEBAT YANG MEMBUKTIKAN HOBI BISA JADI SUMBER UANG

Mendapatkan penghasilan dari hobi yang digemari adalah keinginan semua orang.Tak terkecuali oleh para wanita yang melakukan aktivitasnya di sekitar rumah.Siapa sangka, hobi rumahan yang selalu mereka kerjakan mampu menghasilkan pendapatan yang luar biasa.

Berikut tiga wanita wirausaha yang mendapat penghasilan tinggi dari hobi mereka.

1. Alicia Shaffer

Seorang ibu muda ini hobi membuat rajutan selama ia berada di rumah menjaga ketiga anaknya karena hasil rajutannya sangat banyak, ia menjualnya melalui situs Etsy pada 2011.

undefined

Tidak disangka hasil rajutannya mendapat perhatian banyak orang. Permintaan rajutan buatannya pun meningkat.

Alicia memberi nama hasil rajutannya dengan Three Bird Nest.Rajutan Alicia bisa menjadi beberapa barang, seperti syal, gelang, baju, sampai sepatu.Kini ia berpenghasilan 60 ribu dolar AS per bulan (sekitar Rp792 juta).

Ada tiga tips wirausaha dari Alicia: servis pelanggan, konsisten branding, dan produk yang unik.

2. Rosanno Pansino

Usianya baru 32 tahun namun wanita dengan hobi memasak ini sudah mampu menghasilkan 2,5 juta dolar AS (sekitar Rp33 milliar).Rosanno menggunakan channel Youtube untuk membagikan resep makanan.

undefined

Nama channelnya adalah Nerdy Mummies. Ia sudah membagikan 100 lebih resep membuat kue, cake, dan cupcakes.Sudah lebih dari ratusan orang yang mengikuti channel Youtube Rosanno.Karena permintaan akan resepnya sangat banyak, ia membuat sebuah buku resep pada November 2015 yang berjudul The Nerdy Nummies Cookbook.

3. Deanna Jump

Berbeda dengan kedua hobi wanita di atas, Deanna menyukai dunia mengajar.

undefined

Hobinya menerangkan sesuatu yang menarik untuk dunia pengajaran membuatnya menerima ajakan suami dan temannya untuk masuk dalam situs Teacher Day Teacher.Awalnya ia hanya mendapatkan 300 dolar AS. Kini, tips belajar unik ala Deanna Jump mampu menghasilkan 1,6 juta dolar AS (sekitar Rp21 miliar).




Sumber:


Asyhad,moh.habib."Tiga perempuan hebat ini membuktikan bahwa hobi bisa jadi sumber penghasilan yang tinggi."http://intisari.grid.id/career/tiga-perempuan-hebat-ini-membuktikan-bahwa-hobi-bisa-jadi-sumber-penghasilan-yang-tinggi?page=all (Diakses 13 oktober 2017)


Anda ingin memiliki perubahan hidup 



Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862


BERMODAL DARI UANG SAKU BISA MERAUP 35JT/BULAN

Membangun bisnis hingga memiliki pendapatan yang besar dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang, menjadi harapan dan keinginan dari pelaku usaha.Tidak terkecuali bagi Intan Hapsari (24).Dara cantik lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini, kini tengah menikmati menjalankan bisnis jual beli hijab dengan merek Agniya.


Intan mampu memproduksi hijab 2.000 pieces (pcs) dalam satu bulan produksi dengan menggunakan konveksi dan penjahit sendiri.Tidak heran jika pada Lebaran kemarin, ia mampu meraih omzet hingga Rp48 juta, dengan penjualan hingga 5.000 pcs.

Bagaimana kisah Intan meraih suksesnya?

Intan berkisah, awal perjalan bisnisnya dimulai semasa dirinya masih menempuh dunia pendidikan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten beberapa waktu lalu.Menurut Intan, saat mengenyam bangku kuliah dirinya mendapatkan uang saku dari orang tuanya untuk keperluan kuliah dan biaya hidup semasa kuliah.

"Awal mula saya usaha hijab itu saat saya kuliah di Serang Banten, saya dikasih uang saku bulanan dan merasa sayang ketika melihat uang saku didiamkan saja enggak digunain," ungkap Intan saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu malam (9/8/2017).


Akibat rasa sayang pada uang saku tersebut, Intan tercetus ide untuk menggunakan sebagian uang sakunya untuk menjalankan bisnis hijab dari nol.Ia bercerita, sempat terlintas dalam pikirannya gengsi menjalankan usaha.Ia juga pernah merasa ragu untuk memulai usaha, karena takut pandangan negatif dari rekan-rekan sejawat yang menilai "jadi mahasiswa kok dagang".

"Dulu modal awal usaha itu Rp250.000. Saya memilih bisnis hijab karena modal awalnya tidak terlalu besar, dan produk hijab banyak digunakan oleh wanita maupun mahasiswa di kampus dan itu menjadi peluang usaha buat saya," papar Intan.

Pada tahap awal Intan menjalankan usahanya belum mampu memproduksi hijab secara mandiri karena keterbatasan modal dan kendala lainnya.Hingga akhirnya, ia mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui Program Wirausaha Pemula (WP) Kementerian Koperasi dan UKM.


"Dapat informasi dari kakak bahwa Kementerian Koperasi dan UKM buka program wirausaha pemula pada tahun 2014 kemudian saya kirim proposal dan terpilih mendapatkan biaya Rp14 juta," ujar Intan.

Intan pun mendapatkan dana segar untuk mengembangkan usahanya. Dia kemudian melabeli usahanya dengan merek "Agniya" dan melakukan produksi secara mandiri.

"Saya menjalankan usaha dengan apa yang saya suka artinya tantangannya capeknya, lelahnya dan saya happy aja. Kalau lagi suntuk, lagi jenuh, kebahagiaan saya adalah produksi (hijab)," jelasnya.

Kini Intan mampu memproduksi hijab 2.000 pcs hijab dalam satu bulan produksi dengan menggunakan konveksi dan penjahit sendiri.

Dara kelahiran Jakarta, 13 Mei 1993 ini tak menjelaskan saat ini berapa perkerja atau penjahit yang bekerja sama dengan Agniya.

"Dari awal pembelinya hanya teman-teman kuliah atau teman-teman dekat saja, paling satu bulan lakunya 12 pcs, kemudian naik 17 pcs dan naik lagi menjadi 20 pcs dan sampai sekarang naik sampai ribuan per bulan, Lebaran kemarin bisa sampai 5.000 pcs dan keuntungan Rp48 juta," kata Intan.

Menurunt Intan, peningkatan penjualan disebabkan oleh strategi yang dirinya terapkan dengan pemasaran online dan menggandeng reseller di berbagai kota, antara lain di Cilegon, Rangkasbitung, Serang, Serpong, Bogor, Bekasi, bahkan di Pontianak.


"Sekarang menjalin kerja sama dengan banyak reseller dan juga memiliki penjahit sendiri. Sekarang paling sedikit omzetnya Rp29 juta per bulan, selebihnya stabil diangka Rp30 sampai 35 juta," ungkap Intan.

Namun demikian, saat ini Intan tak merasa berpuas diri atas pencapaian usaha yang telah dirinya geluti sejak masa kuliah.Intan berniat menembangkan usahanya dengan membuka gerai atau toko hijab secara offline.Intan percaya, dengan menjalankan usaha dirinya dapat memberikan kontribusi kepada banyak orang mulai dari reseller, hingga penjahit yang bekerja sama dengan Agniya.


Pramdia Arhando Julianto


Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul “Bisnis Hijab Bermodal Uang Saku, Omzet Dara Cantik Ini Kini Rp 35 Juta per Bulan”.


Anda ingin memiliki perubahan hidup 



Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

PENYADANG DIFABEL PEMBUAT KAKI PALSU DARI SERABUT KELAPA

Mengendarai sepeda motor bebek, Fauzal Bahri (30) dengan lincah mengoper gigi dan sesekali menginjak rem. Sekilas tidak ada yang berbeda dalam diri pria ramah ini.
Ia bisa berjalan dan beraktivitas seperti orang lain. Tetapi siapa sangka Fauzal adalah penyandang difabel?
Terjatuh dari sepeda motor tahun 2006 silam membuat kaki kirinya terpaksa diamputasi, dan kini harus berjalan menggunakan kaki palsu.Peristiwa 10 tahun silam itu masih membekas di ingatannya. Kala itu ia sempat down, sulit baginya menerima kenyataan bahwa ia harus hidup dengan satu kaki. Apalagi saat itu Fauzal masih berusia 20 tahun dan tengah asik menikmati suasana bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Sempat minder, masih muda juga kan. Sempat saya berhenti kuliah," kenang Fauzal.
Usai diamputasi, anak ketiga dari empat bersaudara ini berjalan dengan bantuan tongkat. Ia pernah berharap memperoleh bantuan kaki palsu. Tetapi di daerah ini, tidak ada Rumah Sakit yang menyediakan kaki palsu. Ditambah lagi Fauzal tidak mampu membeli, karena harga sebuah kaki palsu dibandrol dengan harga tinggi sekitar Rp 10 juta.
"Akhirnya saya kepikiran buat kaki palsu, itu sangking kepingin saya. Walaupun saya enggak bisa jalan, paling nggak saya kelihatan normal," kata Fauzal.


Warga Dusun Bangle, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, ini pun mulai membuat kaki palsunya sendiri tahun 2007. Saat itu Fauzal membuat kaki palsu dari bahan paralon. Pertama memakai, ia merasa kurang nyaman. Kakinya terasa sakit.

"Awalnya kan cuma ingin kelihatan normal saja, tapi dari situ saya mencoba berjalan dengan kaki itu. Memang tidak bisa langsung bisa jalan, butuh proses," ucapnya..

Setahun beradaptasi dengan kaki palsunya, rasa percaya diri Fauzal pun kembali. Dia kembali ke bangku kuliah tahun 2008. Dengan kaki palsu buatannya sendiri, Ia bisa berjalan bahkan naik sepeda motor tanpa bantuan orang lain.Hingga tahun 2012 Fauzal terus berinovasi agar kaki palsu buatannya nyaman dipakai. Dia lalu membuat kaki palsu dari bahan fiber. B ahan ini cocok untuk membuat kaki palsu karena mudah dibentuk.Dari bahan fiber inilah puluhan kaki palsu sudah ia buat. Banyak orang yang senasib dengannya, datang ke rumah minta dibuatkan kaki palsu.

sabut kelapa untuk membuat kaki palsu
sabut kelapa untuk membuat kaki palsu(KOMPAS.com/ Karnia Septia)
Serabut kelapa

Setelah menggunakan bahan fiber, ia merasa masih ada beberapa kekurangan. Ia lalu melakukan berbagai eksperimen dengan menggunakan bahan lain mulai dari menggunakan serat batang pisang, serat bambu hingga menggunakan serabut kelapa.

Dari bahan-bahan tersebut, serabut kelapa menjadi pilihan. Menurut dia, kaki palsu dengan bahan serabut kelapa lebih kuat dan mudah dibentuk dibandingkan bahan lainnya.

"Kalau dari serabut kelapa itu ketika mendapat benturan dia akan kuat karena seratnya itu tidak mudah putus dan cepat kering serta lebih ringan," katanya.
Ia menyebutkan, saat ini kenyamanan kaki palsu dari serabut kelapa buatannya sudah mencapai 99 persen.

Sejak dibuat tahun 2015, hingga kini Fauzal masih mengenakan kaki palsu dari serabut kelapa. Sudah banyak orang yang memesan, tetapi dia tidak mau sembarangan. Sebab kaki palsu buatannya harus dipastikan benar-benar aman dan nyaman.

"Masih uji coba," katanya.

Fauzal membuat kaki palsu dari serabut kelapa
Fauzal membuat kaki palsu dari serabut kelapa(KOMPAS.com/ Karnia Septia)
Kaki gratis

Dengan apa yang dialaminya, Fauzal kini merasa bersyukur. Ia bisa membantu orang lain yang senasib dengannya.Salah satu impian terbesar Fauzal adalah ingin membuat kaki palsu gratis. Sebab selama ini para penyandang difabel seperti dirinya tidak memiliki tempat mengadu untuk mendapatkan kaki palsu.


Harga sebuah kaki palsu sangat mahal. Padahal sebagian besar penderita difabel merupakan orang tidak mampu. Tidak hanya sekedar membuat kaki gratis, Fauzal juga ingin membuat sebuah rumah singgah.

Di tempat itulah nanti para penyandang difabel bisa menginap sambil dibuatkan kaki palsu. Ini diperlukan agar mereka memiliki kepercayaan diri, serta kaki palsu yang dibuat benar-benar menyatu dan nyaman dipakai. 


Sumber:


Karnia septia,kontributor mataram."Fauzal,penyandang difabel pembuat kaki palsu dari serabut kelapa."http://regional.kompas.com/read/2016/11/15/11510091/fauzal.penyandang.difabel.pembuat.kaki.palsu.dari.serabut.kelapa (Diakses 13 oktober 2017)


Anda ingin memiliki perubahan hidup 



Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862

KREATIF,MEMBUAT MAGNET MIRIP PRODUK HARIAN MERAUP 100JT/BULAN

Siapa sangka berbekal ide dan kreatifitas, Marissa, seorang warga asal Bandung kini mampu meraih penghasilan lebih dari Rp100 juta tiap bulannya.Marissa merupakan pengusaha magnet kulkas.Hanya saja, magnet yang dibuatnya berbeda dari magnet-magnet pada umumnya.Magnet yang dibuatnya menyerupai makanan, minuman, perlengkapan mandi, botol berbentuk mini.Seperti bungkus Indomie, Chiki, Pocky, Pepsodent, Molto, Bimoli, dan lain-lain.



Saat ditemui Kompas.com di acara Trade Expo Indonesia 2017, Marissa menceritakan sudah menggeluti usaha magnet kulkas ini selama lima tahun.

"Saya kepikiran bikin magnet ini karena unik saja. Saya pernah lihat miniatur kecil-kecil di Thailand, nah kenapa enggak ada produk kita sendiri? Ya sudah akhirnya coba-coba bikin," kata Marissa, Rabu (11/10/2017).


Marissa membuat kreasi magnet handmade ini melalui art print dengan mencetak dan laminasi.Kesulitannya, dia harus mencocokkan warna magnet yang dibuatnya dengan produk asli.Selain itu, Marissa juga harus mencari pekerja yang terampil dalam membuat magnet ini.Pasalnya, jika magnet ini dibuat tidak rapi, hasilnya juga akan acak-acakan.Awalnya, Marissa membuat sendiri magnet dengan alat ala kadarnya.Pertama kali, dia magnet dengan bentuk Indomie, susu Ultra, dan Chitato.Dalam membuat magnet, Marissa memilih produk yang benar-benar dikenal oleh pasar.

"Pas awal, kami produksi sesuai pesanan saja. Kecuali pas pameran mesti banyak bikin stok," kata Marissa.


Biasanya, lanjut dia, yang memesan magnetnya adalah perusahaan tengah mencari souvenir untuk acara.Setelah itu, usahanya semakin berkembang.Marissa menjajakan produknya dengan mengikuti pameran di Paris Van Java, Bandung.Ternyata, masyarakat merespon baik produknya.Setelah membuat magnet, kini Marissa juga membuat gantungan kunci yang menyerupai produk-produk ternama.

"Sekarang saya sudah punya 15 karyawan yang bekerja di bagian penjualan, pengiriman, customer service online, dan produksi. Saya tambah mesin juga," kata Marissa.

Adapun Marissa menjual produknya dengan mengikuti pameran, menjualnya secara online, dan membuka toko di PVJ.Marissa memberi nama tokonya dengan nama "Ini Kreasi".Dia menyebut, usaha magnet yang serupa dengan usahanya sudah semakin banyak.Hanya saja, Marissa memastikan produknya mirip dengan produk asli.Selain itu, produknya juga dibuat rapi dan tidak terlalu kaku.


"Setiap minggu harus ada produk baru, jadi mesti sering ke supermarket. Misalnya, pas ke supermarket, ternyata sambal ABC ganti label, es krim Magnum juga ganti label, ya kami ikut bikin desain baru, asal sudah dikenal luas di masyarakat," kata perempuan kelahiran 17 Mei 1983 tersebut.


Kini produknya juga diminati masyarakat mancanegara.Meski belum ekspor, namun dia sudah mengirim pesanan ke Malaysia, Brunei Darusalam, Singapura, dan China.Marissa juga kini bisa memproduksi lebih dari puluhan ribu magnet tiap bulannya.Produk yang paling banyak dibeli adalah Indomie, Chitato, Ultra, Teh Kotak.Sedangkan range harga magnet "Ini Kreasi" mulai dari Rp8.000-Rp35.000.

"Omzet per bulan bisa di atas Rp100 juta," kata Marissa.
 

Kurnia Sari Aziza

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul “Usaha Magnet "Indomie", Penghasilan Marissa Lebih Dari Rp 100 Juta Per Bulan”.


Anda ingin memiliki perubahan hidup 



Hubungi:
Santy Marlina- Konsultan Independen Oriflame
Pin : 546D27CF
SMS : 081219992862